next up previous contents
Next: SSL (Secure Socket Layer) Up: Secure Shell (SSH) Previous: Instalasi SSH   Daftar Isi

Konfigurasi Server

Secara default, /etc/sshd_config Anda akan tampak sebagai berikut :

Port 22

ListenAddress 0.0.0.0

HostKey /etc/ssh_host_key

RandomSeed /etc/ssh_random_seed

ServerKeyBits 768

LoginGraceTime 600

KeyRegenerationInterval 3600

PermitRootLogin yes

IgnoreRhost no

StrictModes yes

QuietMode no

X11Forwarding yes

X11DisplayOffset 10

FascistLogging no

PrintMod yes

KeepAlive yes

SyslogFacility DAEMON

RhostsAuthentication no

RhostsRSAAuthentication yes

PasswordAuthentication yes

PermitEmptyPasswords yes

UserLogin no

# Checkmail no

#PidFile /u/zappa/.ssh/pid

# AllowHosts *.our.com friend.other.com

# DenyHosts lowsecurity.theirs.com *.evil.org evil.org

# Umask 022

#SilentDeny yes

Sebagai referensi dalam mengedit konfigurasi tersebut, berikut penjelasan tentang fungsi-fungsi dari beberapa parameter yang perlu :


Table: Parameter /etc/sshd_config
Parameter/etc/sshd_config Parameter Penjelasan
AllowGroups [groups] Digunakan untuk mengontrol grup yang dapat memanfaatkan fasilitas SSH. Antar grup dipisahkan dengan spasi. Misal AllowGroups root user
AllowHosts [hosts] Dipergunakan untuk mengontrol host-host yang dapat mengakses layanan SSH. Host dapat diberikan dalam bentuk nama atau nomor IP. Misalnya AllowHosts *.pasarrumput.com 192.168.11.1
AllowTCPForwarding Dipergunakan untuk menentukan apakah TCP forwarding diperbolehkan. Secara default di set yes.
CheckMail Digunakan untuk menentukan apakah user yang sedang login dengan ssh diberitahu jika ada email masuk atau tidak. Secara default diset yes.
DenyGroups Digunakan untuk mengontrol grup yang tidak diperbolehkan untuk memanfaatkan fasilitas SSH. Sebagaimana AllowGroup, parameter ini menggunakan spasi untuk memisahkan grup satu dengan lainnya.
DenyHosts Untuk mengontrol host-host yang tidak diperbolehkan untuk mengakses layanan SSH.
FascistLogging Untuk menentukan apakah sshd menjalankan aktivitas logging
HostKey Untuk menentukan letak file kunci dari host. Secara default file kunci ada di /etc/ssh_host_key
IdleTimeout Untuk menentukan waktu pemutusan layanan jika ada session yang tidak melakukan aktivitas.
IgnoreRhosts Untuk menentukan apakah sshd membaca file .rhosts atau tidak.
KeepAlive Untuk menentukan apakah sshd mengirimkan pesan bahwa layanan masih berjalan atau tidak
LoginGraceTime Untuk menentukan waktu jeda saat user bisa login kembali akibat kegagalan login pada sesi sebelumnya
PermitEmptyPassword Untuk menentukan apakah diperbolehkan atau tidak user mengirimkan password kosong
PermitRootLogin Untuk menentukan apakah root dapat log in dengan ssh, dan jika diperbolehkan apakah masih perlu autentikasi password
PrintMod Untuk menentukan apakah sshd perlu menyampaikan motd (message of the day) saat user login
RSAAuthentication Untuk menentukan apakah sshd menggunakan autentikasi model RSA
ServerkeyBits Untuk menentukan berapa bit yang dipakai sebagai kunci untuk server
SilentDeny Untuk menentukan sshd menolak terhadap suatu session tanpa pemberitahuan sama sekali
StrictModes Untuk menentukan sshd mengecek hak akses file terhadap home direktori sebagai pertimbangan untuk menerima atau menolak suatu login
X11Forwarding Untuk
   


Untuk menjalankan sshd, cukup ketikkan sshd sebagai root.

# sshd

Ada beberapa pilihan dalam menjalankan sshd. Pilihan ini diketikkan sebagai prefiks saat menjalankan sshd. Misal :

# sshd -g 60 (menjalankan sshd dengan timeout untuk klien 60 detik)


Table: Pilihan saat menjalankan sshd
Pilihan (prefiks) Fungsi
-b [bits] Dipergunakan untuk menentukan berapa bit yang dipergunakan sebagai kunci. Secara default dipakai 768 bits.
-d Dipergunakan untuk menjalankan dalam modus DEBUG. Ini berguna untuk mengamati proses server yang sedang berjalan.
-f [config-file] Dipergunakan untuk menentukan file config yang lain selain yang ditunjuk secara default (/etc/sshd_config)
-g [timeout] Dipergunakan untuk menentukan timeout jika ada pengguna yang meminta sebuah sesi tetapi tidak melakukan autentikasi. Defaultya 600 detik. Disarankan untuk mengeset ke 60 detik.
-h [host-key] Dipergunakan untuk menentukan alternatif lain dari file host key. Defaulntya adalah /etc/ssh_host_key.
-i Dipergunakan untuk menjalankan sshd dari inetd. Namun oleh pembuatnya disarankan untuk tidak dijalankan lewat inetd. Hal ini disebabkan karena sshd harus membuat key untuk tiap sesi, sehingga mempengaruhi kinerja daemon lain yang dijalankan lewat inetd.
-k Dipergunakan untuk mengeset waktu, berapa lama sshd harus membuat (generating) kunci (session key) yang baru. Defaultnya adalah sekali dalam sejam. Jika diset 0 maka sshd tidak akan pernah membuat session key yang baru.
-p [port] Dipergunakan untuk menentukan port alternatif bagi sshd. Defaultnya adalah port 22.
-q Dipergunakan untuk mematikan logging (tidak melakukan pencatatan terhadap aktifitas sshd.
   


Untuk klien, ssh mempergunakan file /etc/ssh_config. Secara default file tersebut berisi :

# This is ssh client systemwide configuration file. This file provides 
# default for users, and the values can be changed in per-user #configuration 
# files or on yhe command line.

 

# configuration data is parsed as follows: 
# 1. Command line options 
# 2. User- specificc file 
# 3. Systemwide file 
# Any configuration value is only change the first time it is set. 
# Thus, host-specific definitistion should be at the beginning of the 
# configuration file, and defaults at the the end.

 

# Sitewide defaults for various options

 

# Host * 
#   ForwardAgent yes 
#   ForwardX11 yes 
#   RhostsAuthentication yes 
#   RhostRSAAuthentication yes 
#   RSAAuthentication yes 
#   TISAuthentication no 
#   PasswordAuthentication yes 
#   FallBackToRsh yes 
#   UserRSH no 
#   BatchMode no 
#   StrictHostKeyChecking no 
#   IdentifyFile -/.ssh/identity 
#   Port 22 
#   Chiper idea 
#   EscapeChar -

Tabel berikut menjelaskan parameter yang dipergunakan dalam file ssh_config


Table: Parameter ssh_config (untuk klien ssh)
Pilihan Fungsi
BatchMode [yes/no] Dipergunakan untuk meminta username dan kata kunci pada saat koneksi dimulai.
Cipher [cipher] Dipergunakan untuk menentukan metode enkripsi. Pilihannya adalah idea, des, 3des (triple DES), blow-fish, arcfour, dan none.
ClearA11Forwadings Dipergunakan untuk meminta agar ssh meneruskan untuk membaca beberapa file konfigurasi dalam satu sesi.
Compression [yes/no] Dipergunakan untuk meminta ssh menggunakan kompresi selama sesi berjalan.
Compressionlevel [0-9] Dipergunakan untuk menentukan level kompresi. Semakin kecil nomornya, kompresi semakin cepat, tapi kualitas lebih jelek. Paling besar adalah 9, memberikan kompresi dengan kualitas bagus, tapi memperlambat kinerja.
ConnectAttempts [#] Dipergunakan untuk menentukan berapa kali ssh akan mencoba berkoneksi kembali saat sebuah sesi tidak berhasil di inisialisasikan.
EscapeChar [charracter] Dpergunakan untuk menentukan karakater Escape.
FallBackToRsh [yes/no] Dipergunakan untuk menentukan apakah ssh harus berpindah ke rsh jika koneksi ke ssh server tidak berhasil.
ForwardAgent [yes/no] Dipergunakan untuk menentukan apakah koneksi dengan program autentikasi lain akan diteruskan atau tidak.
ForwardX11 [yes/no] Dipergunakan untuk meneruskan sesi X11 secara otomatis.
GetewayPorts [yes/no] Dipergunakan untuk menentukan apakah host remote dapat tersambung secara lokal lewat port yang meneruskannya.
Hostname [hostname] Dipergunakan untuk menentukan nama host yang login secara default.
Identityfile [file] Dipergunakan untuk menetukan file alternatif identitas RSA. Defaultnya adalah .ssh/identity.
KeepAlive [yes/no] Dipergunakan untuk menentukan apakah klien ssh mengirimkan pesan secara terus menerus kepada server remote.
KerberosAuthentication Dipergunakan untuk menentukan ssh memakai autentikasi Kerberos 5.
KerberosTgtPassing Dipergunakan untuk menentukan ssh memakai Kerberos ticket passing.
LocalForwading Port host:port Dipergunakan untuk menentukan ssh meneruskan port lokal kepada host remote.
PasswordAuthentication [yes/no] Dipergunakan untuk menentukan ssh memakai autentikasi basis password.
PasswordPromptHost [yes/no] Dipergunakan untuk menentukan apakah host remote diperlihatkan dalam prompt login.
PasswordLogin [yes/no] Dipergunakan untuk menentukan ssh memperlihatkan host remote pada saat autentikasi.
Port [port] Dipergukan untuk menentukan port alternatif.
RhostsAuthentication Dipergunakan untuk menentukan apakah autentikasi rhost dapat dipergunakan. Jangan dipergunakan tanpa alasan yang kuat, sebab rhost kurang aman.
RhostsRSAAuthentication Dipergunakan untuk menentukan ssh memakai autentikasi rhost dan RSA pada saat koneksi dimulai.
SrictHostKeyChecking Dipergunakan untuk menentukan apakah ssh menambahkan secara otomatis host key baru ke host file. Pilihannya adalah yes, no, dan ask.
   


Klien windows dapat memmanfaatkan SSH dengan mempergunakan program telnet Tera Term Pro + TTSSH for Windows. Secara default Tera Term Pro tidak mendukung ssh, untuk itu perlu ditambahkan program TTSSH for Windows. Terra Term Pro dapat diperoleh di 
http://hp.vector.co.jp/authors/VA002416/teraterm.html. Sedangkan TTSSH dapat diperoleh di
http://www.zip.com.au/roca/ttssh.html.


next up previous contents
Next: SSL (Secure Socket Layer) Up: Secure Shell (SSH) Previous: Instalasi SSH   Daftar Isi
Ahmad Sofyan [ spawn at fade2bl dot ac ]
2001-08-21