SuSE dapat langsung diinstal tanpa mempergunakan disket pada komputer
yang sudah memiliki sistem operasi Windows atau DOS. Untuk sistem
operasi lainnya, instalasi membutuhkan disket untuk inisialisasi kernel
di komputer. Sebelum memulai instalasi, pastikan Anda mempersiapkan
hal-hal sebagaimana dibahas dalam tahapan pre instalasi di sub bab
sebelumnya. Berikut langkah-langkah instalasi SuSE :
- Masukkan CD-ROM SuSE
- Jika Anda masih berada di Microsoft Windows, restart komputer ke dalam
MSDOS mode.
- Pindah ke drive dimana CD-ROM SuSE berada (misalnya D:\).
- Saat berada di drive CD-ROM, jalankan program setup. D:\>
setup
- Pertama kali muncul adalah pilihan bahasa. Anda bisa pilih Bahasa
Indonesia atau Inggris. Contoh dalam langkah instalasi berikut menggunakan
pilihan Bahasa Inggris.
- Kemudian muncul pertanyaan drive tempat CD-ROM berada. Ketikkan D:\
atau E:\ , tergantung komputer Anda.
- Berikutnya adalah metode instalasi. Pilihan yang ada adalah :
- CD; jika Linux sudah mendukung CD-ROM yang Anda miliki.
- Hard disk; jika Linux sudah disalin dari CD-ROM ke hard disk.
- Selanjutnya adalah pemilihan kernel. Kernel adalah program utama Linux,
inti dari sistem operasinya. SuSE menyediakan beberapa pilihan kernel
yang sudah dikompilasi sebelumnya untuk mendukung perangkat keras
secara spesifik. Misalnya kernelEIDE01 untuk
perangkat keras(E)IDE secara umum, atau
kernelSCSI01 untuk SCSI Adapter Aic 7xxx (Adaptec
274x). Pemilihan kernel ini tergantung konfigurasi komputer
masing-masing.
- Masukkan parameter kernel. Jika Anda tidak mengetahuinya, langsung
tekan enter.
- Berikutnya SuSE akan menanyakan apakah Anda menginginkan untuk instal
Loadlin sekarang? Loadlin adalah program yang dijalankan di DOS untuk
menginisialisikan kernel (menjalankan Linux) lewat MSDOS. Jawab ya
jika Anda belum memilikinya, dan sebaliknya.
- Selesai proses instalasi Loadlin, kernel akan langsung dijalankan.
Untuk inisialisasi kernel, secara otomatis dijalankan perintah :
LOADLIN E:/suse/images/EIDE01 root=200 rw 2 Initrd
E:/suse/images/initdisk.gz lang=english
Jika Anda pelajari instalasi Slackware pada bagian sebelumnya, maka
disini ditemukan metode yang serupa. Perintah pertama meminta loadlin
untuk menjalankan kernelEIDE01, yang terletak
di direktori E:/suse/images, dan status read
write. Perintah kedua meminta initrd untuk menjalankan initdisk.gz
dengan Bahasa Inggris (tergantung pilihan bahasa sebelumnya)
setelah kernel berhasil diinisialisasi. Pada instalasi Slackware,
tugas ini dijalankan oleh disk boot dan disk root. Perintah diatas
mengeluarkan pesan di monitor:
Load Linux now!
- Dari perintah kedua, initrd akan menjalankan
Linuxrc (Versi 0.91) ke dalam komputer Anda. Pertama kali Anda harus
memilih monitor. Anda dapat memilih monitor monokrom (hitam putih)
atau warna. Berikut menu utama (Main Menu)
Linuxrc, jalankan pengaturan dalam menu-menu berikut secara berurutan.
- Settings, meliputi
- Language; untuk pengaturan bahasa
- Display; untuk pengaturan monitor
- Keymap; untuk pengaturan keyboard
- Debug; pilihan untuk pengguna Linux tingkat lanjut. Isinya
berupa pilihan Animation, Force rootimage, Enter rootimage,
Instalation system, Scripting NFS port. Jika tidak tahu, Anda dapat
abaikan pilihan ini, dan relatif tidak mengganggu proses instalasi
secara keseluruhan.
- System Information, meliputi
- Kernel Messages; Seluruh pesan yang disampaikan kernel saat
booting (termasuk pengenalan perangkat keras). Dari pesan kernel ini
Anda dapat mengetahui perangkat mana yang sudah didukung oleh kernel
dan mana yang belum.
- Hard disk /CD-ROMs; Catatan hard disk dan CD-ROM yang dikenali
oleh kernel.
- Modules; Catatan tentang driver perangkat keras (di Linux disebut
sebagai modul) yang sudah diaktifkan
- PCI; Catatan tentang kartu PCI yang dimiliki berdasarkan pengenalan
oleh kernel.
- Memory; Catatan tentang memory yang dimiliki berdasarkan pengenalan
oleh kernel.
- IO Port; Port Input Output
- Interrupts; Catatan interrupts.
- Kernel Modules, meliputi
- Load SCSI module; mengaktifkan modul SCSI yang belum dikenal
oleh kernel. Hal ini diketahui dengan membaca pesan kernel pada bagian
sebelumnya.
- Load CD-ROM module; Mengaktifkan modul CD-ROM
- Load network card module; Mengaktifkan modul kartu jaringan.
- Load PCMCIA module; Mengaktifkan modul PCMCIA.
- Show Loaded modules; Melihat modul-modul yang telah diaktifkan.
- Unload modules; Menon-aktifkan kembali modul-modul yang telah
aktif.
- Autoload modules; Mengaktifkan modul secara otomatis dengan
melakukan inspeksi (probing) terhadap semua perangkat keras yang ada.
- Start Instalation System; meliputi
- Start Instalation; Mulai instalasi
- Boot Instalation; Selesai instalasi dan boot komputer
- Start Rescue System
- Start Live CD
- Pada saat memilih Start Instalation, Linuxrc menanyakan media
tempat di mana sumber file SuSE yang akan diinstal. Pilihan tersebut
meliputi CD-ROM, Network (NFS), Network (FTP), Hard disk. Pilih sesuai
kebutuhan Anda. Dalam contoh berikut instalasi dilakukan lewat CD-ROM.
- Setelah memilih media instalasi, segera muncul program YaST yang menawarkan
tipe instalasi. Tipe yang ditawarkan adalah :
- Install Linux from scratch; Instal SuSE baru ke dalam komputer
dengan metode standar.
- Update existing file system; Upgrade SuSE dari versi sebelumnya.
- Instalation using expert mode; Instalasi dengan pilihan-pilihan
khusus yang menawarkan modifikasi penuh.
- Abort; membatalkan instalasi.
Pilih install Linux from scratch
- Langkah selanjutnya adalah penentuan partisi. Sebelum melanjutkan,
silakan baca tentang partisi pada sub bab instalasi Slackware. Pilihan
pertama adalah partitioning hardware; ada dua pilihan :
- partitioning; SuSE akan melakukan partisi otomatis sisa spasi
hard disk yang masih kosong. Partisi otomatis ini meliputi partisi
Linux sekaligus swap.
- Do not partitioning; Untuk langkah partisi normal. Untuk belajar
melakukan partisi, pilih do not partitioning.
- Setelah dipilih do not partitioning, akan muncul pilihan lagi,
yakni :
- Whole hard disk; SuSE akan mempartisi seluruh hard disk. Hindarkan
pilihan ini.
- Partitioning; melakukan partisi secara manual. Pilih partitioning
untuk menjalankan partisi hard disk secara manual.
- Langkah selanjutnya adalah mengedit tabel partisi. Jalankan langkah
ini secara hati-hati terutama jika Anda memiliki data dalam hard disk
Anda. Berikut contoh tabel partisi yang sudah ada :
Device Name From To Blocks Partition Type
/dev/hda1 1 319 2562336 b Win 95 Fat 32
/dev/hda2 320 1048 5855692 5 extended
/dev/hda5 320 447 1028128 83 Linux Native
/dev/hda6 448 463 128488 82 Linux Swap
- Tampilan tabel partisi bisa bermacam-macam, tergantung pengaturan
di komputer Anda sebelumnya. Untuk membuat partisi baru, tekan F5.
Starting Cylinder :
End of partition: +1000M
Pada pilihan Starting Cylinder, biarkan kosong, langsung
tekan enter. Selanjutnya muncul End of Partition,
masukkan jumlah megabyte yang Anda inginkan, diawali dengan tanda
plus. Contoh di atas adalah membuat partisi baru dengan ukuran 1 Gigabyte
(1000 Megabyte). Lakukan langkah ini hingga diperoleh daftar partisi
yang diinginkan. 18. Selesai membuat partisi baru, lanjutkan dengan
pemilihan partisi swap. Pilih Continue, dan
akan muncul pertanyaan Select Swap Partition. Pilih
partisi swap yang Anda tentukan sebelumnya. Anda akan dikonfirmasi,
apakah Anda ingin melakukan cek swap yang akan diaktifkan? Cek ini
meliputi bad blocks dan cek permukaan piringan hard disk yang
akan digunakan. Pilih yes.
- Langkah selanjutnya adalah melakukan format terhadap sistem file Linux
yang baru saja Anda buat partisinya. Contoh sistem file yang sudah
ada :
List of existing hard drive
Device Blocks Inodes Format fstype mountpoint
partition
/dev/hda5 1028128 4096 No ext2
Linux
Pilih F6 untuk format partisi yang ada. Pilih Normal Format. Selanjutnya,
tekan F4 untuk menentukan mount point. Pilih /. Tekan Continue, dan
partisi Anda akan diformat.
- Instalasi akan kembali ke prompt YaST untuk load configuration.
Pilih default SuSE. Anda bisa pilih secara manual paket-paket yang
diinginkan. Bagian ini memakan waktu yang cukup lama, sebab proses
instalasi program yang dipilih sedang berjalan.
- Selesai instalasi program, Anda diminta memilih kernel lewat menu
Select Kernel, dan pilih Standard (E)IDE kernel (jika hard disk atau
CD-ROM Anda IDE) atau SCSI kernel (jika hard disk atau CD-ROM Anda
SCSI).
- Berikutnya Anda akan ditanyakan untuk membuat boot disk. Jawab ya
jika Anda memang menginginkan Linux di boot dari disket. Siapkan satu
disket kosong. Jika tidak, teruskan.
- Setelah itu muncul menu LILO Instalation. Jawab yes dan segera Anda
dibawa ke menu :
- Pilihan berikut biarkan kosong
Append line for hardware parameter :
- Pilih Master Boot Record untuk menempatkan LILO di MBR sehingga
saat # boot akan dijalankan.
Where do you want install LILO :
Master Boot Record
Boot sector of root partition
Boot sector of boot partition
On floppy disk
- Boot delay adalah lama waktu dalam satuan detik pada saat memilih
menu sistem operasi yang akan dijalankan saat komputer dinyalakan.
Boot Delay :
- Proses selanjutnya penentuan time configuration. Ini adalah satuan
waktu yang digunakan oleh sistem operasi. Anda bisa memilih antara
menggunakan GMT atau waktu lokal.
- Setelah itu penentuan hostname dan domain name. Isian ini sangat penting
untuk memastikan program-program daemon yang membutuhkan nama mesin
dan nama domain seperti server web dan server mail berjalan dengan
baik. Untuk pengisian, misalnya:
Hostname : spawn
Domain Name : heaven.or.id
- Menu berikutnya adalah konfirmasi peran komputer Anda. Pilihannya
adalah :
- IP Loopback only; untuk mesin yang berjalan sendiri dan tidak
terhubung ke jaringan
- Real network; untuk mesin yang terhubung dalam jaringan.
Pada bagian DHCP client, pilih no (kecuali
jika Anda terhubung dalam jaringan dengan DHCP). Dalam contoh berikut,
pilih real network.
Catatan:
DHCP atauDynamic Host Configuration Programadalah program yang
mendistribusikan alamat IP pada setiap mesin yang terhubung ke dalam
jaringan. Pemberian alamat IP secara dinamis ini memudahkan jaringan
dengan user yang banyak, dan alamat IP tidak perlu diset satu per
satu di tiap mesin. Cukup DHCP yang membagikannya secara acak. Program
ini biasa dipergunakan di ISP (Internet Service Provider),
di mana setiap user yang tersambung lewat modem, memperoleh alamat
IP berubah-ubah pada tiap koneksi.
- Jika dipilih real network, menu berikutnya adalah memasukkan
alamat jaringan :
- type of network; piliheth0. Ini berarti
dalam menghubungkan ke jaringan menggunakan kartu jaringan. Jika pada
boot sebelumnya kernel belum mengenal kartu jaringan yang ada, Anda
dapat mengkonfigurasikannya nanti. Lihat di Bab III, Sub Bab konfigurasi
kartu jaringan.
- IP Address of your machine; isikan alamat IP misalnya 192.168.1.100
- Netmask; Isikan netmask berdasarkan kelasnya. Misal 255.255.255.0
- Gateway; Biarkan kosong. Gambaran tentang gateway dapat Anda
baca di Bab III sub bab IP Masquerade.
- IP Address of PPP Partner; Isikan DNS server dari ISP Anda.
Misalnya 202.158.3.7.
- Selanjutnya adalah mengkonfigurasikan sendmail lewat sendmail.cf.
Menu yang diberikan:
- Host with permanent network connection; Jika Anda terhubung
dalam jaringan dengan sambungan yang permanen.
- Single user machine without network connection; Jika komputer
tidak terhubung dalam jaringan (standalone)
- Host with temporarily network connection; Jika dalam waktu-waktu
tertentu komputer Anda terhubung dalam jaringan (misalnya Internet).
- Use UUCP to send mail; Jika mesin Anda terhubung dalam jaringan
UNIX, dan mempergunakan protokol UUCP (Unix to Unix Copy Protocol)
- Do not install /etc/sendmail.cf; Melewati menu ini, dan jika
perlu sendmail.cf dapat dikonfigurasikan sendiri nantinya.
- Selesai konfigurasi sementara untuk sendmail, komputer akan direstart.
Selanjutnya adalah mengisikan password untuk root. Usahakan untuk
mengisi lebih dari 8 huruf.
- Langkah berikutnya membuat satu user sebagai contoh. Anda dapat menggunakan
user contoh ini untuk login pertama kali nantinya. Usahakan untuk
menggunakan user root seminimal mungkin.
- Langkah terakhir, mengkonfigurasikan beberapa peralatan tambahan seperti
modem, dan mouse. Selesai langkah ini, Anda bisa langsung masuk ke
Linux prompt, dan login dengan menggunakan account root atau user
contoh yang telah anda tentukan sebelumnya.