Skrip PPP di RedHat dapat dibuat secara otomatis oleh LinuxConf. Berikut cara mengkonfigurasikannya :
# linuxconf
Non-aktifkan kontrol line di sini jika Anda mempunyai dua komputer dengan sambungan langsung.
Biasanya dipergunakan untuk negosiasi secara otomatis dengan server. Biarkan kosong.
Pemutusan hubungan jika muncul pesan kesalahan/terjadi kesalahan umum.
Mengganti ijin akses file dari skrip if-up dan if-down sehingga dapat dijalankan oleh user (tidak harus root).
Dengan asumsi16550 UARTS, untuk modem berkecepatan 14.4 kbps harus diset 57600 dan modem berkecepatan 28.8kbps atau lebih harus diset ke 115200.
Port untuk modem. Biasanya /dev/modem, atau pada distribusi Linux yang lama diset ke /dev/cua1 or /dev/cua2. Pada distribusi baru, diset ke /dev/ttyS0 or /dev/ttyS1.
Menambahkan parameter ekstra untuk pppd. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca manual pppd. Sebagai gambaran bagaimana skrip ini dijalankan dan memanggil pppd, dapat Anda baca pada bagian koneksi ke internet secara manual.
Perintah yang dijalankan lewat skrip chat. Biasanya berisi username dan password atau keterangan konfigurasi.
Dijalankan saat boot. Aktifkan ini jika Anda memiliki sambungan yang permanen.
Semua paket dikirimkan lewat ppp. Jika Anda sebelumnya sudah menentukan gateway secara default, maka pilihan ini tidak akan berfungsi.
Skrip akan melakukan koneksi ulang (redial) jika hubungan terputus.
Tenggang waktu PPP akan memutuskan sambungan jika nomor yang dikontak tidak memberikan respons.
Ukuran maksimum paket yang dikirim. Semakin besar nilainya, akan semakin cepat koneksinya. Tapi pada sambungan yang berisik (sudah mengalami induksi, justru akan memperlambat akses).
Alamat IP lokal dan remote yang diberikan secara otomatis oleh ISP.
Password dan username yang diberikan oleh ISP
$ ifup ppp0
$ ifdown ppp0